Today I Learned · Aug 22, 2026
Review Ebook: The Art Of Story Telling
Kesan setelah membaca The Art Of Story Telling, dari pembahasan yang menarik sampai beberapa bagian yang menurutku masih kurang.

Aku baru selesai membaca ebook The Art Of Story Telling dari Akademi Creator. Buku ini punya 235 halaman dan tidak langsung masuk ke teknik bercerita. Di bagian awal, penulis lebih dulu menjelaskan kenapa manusia cenderung lebih mudah menangkap informasi lewat cerita. Beberapa teori yang dipakai sebagai latar adalah Triune Brain dari Paul D. MacLean dan Efek Zeigarnik dari Bluma Zeigarnik.
Aku bukan orang yang selalu mengikuti konten Aldio Ogut atau "Muda Cuma Sekali". Namun, pembahasan tentang fixed mindset dan growth mindset di buku ini terasa familiar karena topik tersebut memang sering muncul di kontennya.
Dari teori ke cara menyusun cerita
Setelah membahas latar dan mindset, buku ini membedah cara Steve Jobs bercerita lewat presentasi dan Alex Hormozi lewat video YouTube. Keduanya datang dari industri yang berbeda, tetapi sama-sama berhasil membuat orang mengikuti cerita yang mereka sampaikan.
Bagian yang paling ingin kupahami tentu cara menyusun ceritanya. Buku ini memperkenalkan HEIA dan sebuah kerangka yang bisa dipakai untuk membangun pondasi, lalu mengembangkan bagian-bagian ceritanya. Buatku, kerangka ini membantu melihat bahwa cerita yang utuh tidak harus disusun sekaligus.
Aku tidak akan membedah formula dan contoh lengkapnya di sini. Bagian itu adalah inti buku dan lebih baik dibaca langsung supaya konteksnya tidak hilang.
Bagian yang perlu kubaca ulang
Sayangnya, bagian yang paling ingin kupahami ini juga yang paling membuatku tersendat. Contoh cerita saat HEIA pertama kali dijelaskan terasa agak dipaksakan. Beberapa gambar yang dipakai sebagai contoh juga memiliki resolusi rendah, jadi detailnya tidak selalu nyaman dibaca.
Cara menjelaskan kerangka ceritanya kadang terasa seperti naskah yang disiapkan untuk video. Ketika dibaca sebagai buku, perpindahan antarbagian terasa kurang terstruktur dan beberapa penjelasan seperti melompat. Aku perlu membaca contoh yang sama beberapa kali untuk memahami hubungan antara satu bagian dan bagian berikutnya.
Kesan setelah membaca
Setelah selesai membaca, aku mendapat cara baru untuk melihat susunan sebuah cerita, terutama hubungan antara pondasi dan pengembangannya. Kerangka yang diberikan terasa bisa dipakai untuk konten, presentasi, atau tulisan.
Namun, aku belum langsung memahami semua bagiannya dalam sekali baca. Bagian praktiknya perlu kubaca pelan-pelan dan kucoba sendiri. Buatku, nilai utama buku ini ada pada kerangka berpikir yang diberikan, bukan pada menghafal formulanya.
Ingin membaca bukunya?
Aku sengaja tidak membahas formula lengkapnya di catatan ini. Kalau kamu ingin mempelajari kerangkanya langsung dari buku, kamu bisa melihat detail dan pembelian ebook The Art Of Story Telling.
Sumber
Akademi Creator, The Art Of Story Telling (ebook, 235 halaman).